PARTAI DAN GOLONGAN
By ekapratiwi
Tag: politik
Tulisan ini dikirim pada pada Juli 19, 2008 3:42 pm dan di isikan dibawah KISAH NYATA, MY PICTURE. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed.
Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.
Juli 22, 2008 pukul 1:15 am |
apa mau dikata semua adalah komoditi & layak untuk dijual
kalau ada yang jual berarti juga tidak mustahil ada yang beli ya mas.
Juli 22, 2008 pukul 3:19 pm |
ya itulah,mbak. hahahaha…
TUL JUGA TUH, EMANG DAN EMANG
Juli 24, 2008 pukul 7:19 am |
partai telah menjadi industri baru bagi sekelompok orang yang ingin mencari nafkah
ada nggak yaaa orang yang masuk partai tidak dengan embel-embel mencari nafkah (tanpa pamrih) malah banyak pula industri sejenis yang muncul secara sporadis, INDUSTRI PARTAI, INDUSTRI DEMO, INDUSTRI MODERATOR, INDUSTRI SENGKETA…… dan seterusnya..(benar juga kata kakek saya jika ingin menjadi tukang cleaning service harus bisa menebarkan sampah dan kotoran) yang hasil produknya kadang sangat subyektif. tergantung dari kaca mata siapa kita melihatnya. EKA PRATIWI MENDAMBAKAN INDUSTRI YANG NYATA-NYATA SAJA SEHINGGA PRODUK YANG DIHASILKAN JUGA NYATA.
Agustus 4, 2008 pukul 8:20 am |
Inilah konsekuensi dari sistem kerja demokrasi, semakin suatu partai mendapat suara banyak, dialah pemegang kekuasaan yang selanjutnya akan menentukan arah perjalanan bangsa dan negara kita.
kemana negara ini akan dibawa? kalo sopirnya pada mabok semua
TUL JUGA YA
Oktober 13, 2008 pukul 2:06 am |
yang S3 aja masih ga beres kok, lagian, jula beli gelar kian mudah ditemukan, mungkin ada kalanya kita tidak menentukan presiden berdasarkan gelar akademiknya..