SYSTEM yang ada punya hubungan satu dengan yang lain. system berjalan sesuai aturannya sehingga orang yang tidak mengikuti system akan terjadi kecelakaan. Namun orang orang yang tidak mengikuti system itupun BAGIAN DARI SYSTEM ITU SENDIRI . eka pratiwi berusaha menjadi bagian dari system yang tidak melanggar system.
Juni 9, 2008 pukul 2:18 am |
Urip iku proses saka perubahan kuantitatip menyang perubahan kualitatip. apa kang dianggep apik dina iki durung mesti apik ing samangke.
harus selalu up date ya bos
Juni 12, 2008 pukul 3:10 am |
Yah…yah…
Bener Kang Tomy, hidup akan selalu mengalami EVOLUSI. Baik yang berkenaan dengan Jasad Lahir ataupun Batin demikian juga dengan Pemahaman. Selalu berubah dan berubah setiap saat. System..?? System yang dibikin oleh siapa neh… Hukum Tuhan ato Hukum yang dibikin oleh Menungso.. hanyalah sebuah KONSEP yang dibuat oleh manusia dan tentu saja sangat bergantung pada SIKON. Seperti itulah adanya Kitab-Kitab yang katanya SUCI dalam setiap Agama. Jika tidak kita Tafsirkan ulang, maka yang terjadi adalah seperti yang dicontohkan dalam DAGELAN di Monas beberapa hari lalu. Jihad masih saja dimaknai dengan perilaku PERANG dan PERANG masalah KEYAKINAN…seperti jaman kolo bendho. Pedahal lebih mulia rasanya jika JIHAD diaplikasikan dalam bentuk AKSI dan PERBUATAN saling WELAS ASIH terhadap sesama.
Ahhhhgg…mereka berada dalam system yang menjadi KORBAN system itu sendiri.
namun welas asih harus selalu berdampingan dengan angkoro murko. sedangkan Monas itu sendiri LIDAH API YANG MENJILAT ANGKASA. thanks…….
Juni 13, 2008 pukul 10:53 am |
Yap, itu bagus Mbak Eka. Sekecil apapun peran dan fungsi kita dalam sebuah sistem tetap akan mempengaruhi kinerja sistem. Jadi, berusahalah selalu menjadi bagian sistem yang baik.
bahkan ada bagian peran yang merusak system dan yang membangun system. eka sendiri punya dua peran tersebut. JABATAN GANDA istilah kerennya.
Juni 14, 2008 pukul 6:29 am |
Kalau aku, waktu SMP pernah diajari oleh Guru PMP, pengertian system, biar nggak terlalu rumit, analogikan saja dengan sederhana –> system=sepeda. Lho kok sepeda ? analogikan bahwa sepeda bisa dipakai dan berfungsi sebagai sepeda, kalau masih bisa dipakai berarti system masih merupakan sebuah system, kalau tidak bisa dipakai, berarti system sudah tidak ada…
nggak terlalu muter-muter, nggak terlalu basa-basi, ga pakai pembukaan sederhana tetapi JOSS, praktis, dan mudah dimengerti, terimakasih…. terima kasih. pokoknya oke lah. SYSTEM = SEPEDA, tetapi sepeda eka pratiwi walaupun sudah tidak berfungsi sebagai sepeda sekarang masih berfungsi sebagai “tangkringan ayam” apakah masih disebut system ?