ANTARA SADAR DAN TIDAK

By ekapratiwi

Antara sadar dan tidak,

kadang kita sangat perlu menggunakan logika atau penalaran dalam segala aktifitas sehingga segala hal berjalan sesuai dengan nalar manusia, namun untuk menjalani penalaran atau segelintir kesadaran akan menimbulkan peperangan diantara semesta yang ada. dalam peperangan inilah yang disebut  perjuangan maka akan melahirkan pahlawan dan pemberontak. kalau terlalu jenuh maka timbul sebuah kesulitan, problem, masalah, atau DELIMA  juga sebaliknya. yang kadang sangat menyakitkan. untuk sesaat dapat dihilangkan dengan cara berpindah dari menitik beratkan pada pola pikir (penalaran) menjadi hal-hal yang tidak nalar (sebagian besar orang mengatakan hal ini STREES ). NAMUN INI HANYA SESAAT, kalau kita kembali sadar akan muncul sendiri kesulitan, problem, masalah, atau DELIMA juga sebaliknya. eka pratiwi pingin berada diantara sadar dan tidak , bagaimana dengan anda ?

2 Tanggapan ke “ANTARA SADAR DAN TIDAK”

  1. tomyarjunanto Berkata:

    miturut pemanggih kula, kesadaran menika saged dimanipulasi.
    kadosta para teroris menika inggih sayektosipun sadar menawi piyambake nembe nindakaken pakaryan suci. lho..lho sadar ingkang kados pundi makaten menika?
    lha nggih sami mawon kaleh tiyang engkang tembe mlampah ngetan kok sanjangipun bade mlampah ngulon. tetapi dunia itu bulat dan betul juga akan sampai ke Barat walaupun berjalannya ke Timur. eka pratiwi kesandung oyot memang.

  2. Santri gundhul Berkata:

    Sudah menjadi kehendak alam agaknya, bahwa manusia hidupnya dipengaruhi dan dibimbing oleh rasa. Rasa menimbulkan kehendak dan kehendak melahirkan perbuatan. Jadi, setiap perbuatan adalah pelaksanaan dari kehendak yang akan menuruti dorongan rasa. Rasa ini halus sekali dan karenanya seringkali dipermainkan oleh nafsu. Sebenarnya, nafsu inilah yang menjadi pokok pangkal segala peristiwa. Karena nafsulah yang mendorong segala sesuatu dapat hidup dan berputar. Nafsu tadi, besar kecilnya tentu saja tergantung kepada ke-aku-an yang ada pada setiap diri manusia. Manusia yang terlalu memikirkan diri sendiri, dia bisa dibilang seorang hamba nafsu dan seringkali melakukan perbuatan yang menyeleweng dari pada kebenaran.

    Ahhhg…nyambung gak yah mbak eka

    rasa-kehendak-perbuatan-nafsu sebagai pangkal. Ketika eka pratiwi lahir kedunia dengan dorongan nafsu dan rasa sehingga terjadi perbuatan melahirkan jabang bayi. Memang eka pratiwi juga dibuat dari Nafsunya Bapak dan Ibu (Nafsu birahi ini kebanyakan orang) wonten ajaran bab nandur wiji bening tanpo nafsu “bagaimana caranya ya”. Bapak dan ibu saya nyeleweng nggak ya… ? kalo eka pratiwi punya rumus sedikit tentang rasa. dimulai dari :
    Hak–Rasa–Butuh–wajib–Gerak = Hari Rabu Wage = ABOGE

Tinggalkan Balasan